2.2 Bawang Putih
2.3.1
Pengertian Bawang Putih
Bawang
Putih ( Allium Sativum )
Bawang
putih yang dikenal dengan nama ilmiah Allium sativum yang merupakan tanaman
umbi yang biasa digunakan sebagai salah satu bahan rempah utama dalam berbagai
masakan. Akan tetapi bawang putih tidak hanya dikenal sebagai tanaman rempah
bumbu masak, bawang putih juga mempunyai khasiat luar biasa untuk dijadikan
obat herbal.
Bawang
putih termasuk dalam family Liliaceae yang merupakan tumbuhan yang agak sulit
ditentukan darimana asal mula tanaman ini berasal. Menurut Mrs. M. Grieve dalam
karya bukunya yang berjudul ” A Modern Herbal ” mengatakan bahwa bawang putih
didapati dari belahan dunia bagian utara dan selatan Siberia dan kemudian
berkembang sampai ke selatan negara Eropa, tumbuh secara liar di Sicily. Mrs.
M. Grieve menambahkan bawang putih kini tumbuh meluas di negara-negara seluruh
penjuru negara dunia.
Bawang
putih telah masuk dalam buku-buku sejarah China terdahulu sekitar tahun 2000
SM. Selain itu ia juga disebut dalam kebanyakan dalam karya-karya sastra
seperti Shakespeare, Chancer dan Danten. Bawang putih pada zaman dahulu
dikaitkan menjadi sebuah benda mistis pada sebuah kepercayaan agama tertentu,
namun hal itu sirna seiring berkembangnya zaman. Kini bawang putih dipercaya
sebagai obat penawar berbagai jenis penyakit yang kronik, seperti penyakit
tekanan darah tinggi, kencing manis, ulser, cirit-birit dsb.
Berikut
ini adalah ciri, klasifikasi dari bawang putih :
a.
Ciri dari tumbuhan rempah bawang putih :
-
Bawang putih dapat tumbuh di ladang-ladang di daerah pegunungan dengan hawa
sejuk dan cukup mendapat sinar matahari
-
Berbatang semu dan berwarna hijau
-
Buahnya terdapat pada bagian bawah dengan akar, umbi bawang putih berbentuk
seperti umbi besar dan berwarna putih
-
Tiap siung bawang putih diselimuti dengan kulit tipis
-
Daunnya berbentuk pita ( pipih memanjang), tepi rata, ujung runcing, beralur,
panjang 60 cm dan lebar 1,5 cm.
-
Berakar serabut
-
Bila diiris bawang putih akan menimbulkan aroma yang khas dan rasanya cukup
pedas, getir apabila dimakan mentah
b.
Klasifikasi bawang putih, yaitu :
-
Divisio : Spermatophyta
-
Sub divisio : Angiospermae
-
Kelas : Monocotyledonae
-
Bangsa : Liliales
-
Suku : Liliaceae
-
Marga : Allium
-
Jenis : Allium sativum
c.
Nama lokal dan nama asing dari bawang putih
-
Nama umum : bawang putih- Nama daerah :
-
Sumatera : bawang putih ( melayu ), lasun (Aceh), dasun (Minangkabau), lasuna
(Batak), bacong landak (Lampung)
-
Jawa : bawang bodas ( Sunda ), bawang ( Jawa ), babang pole ( Madura )
-
Kalimantan : bawang kasihong ( Dayak )
-
Sulawesi : lasuna kebo ( Makasaar ), lasuna pote ( Bugis ), pia moputi (
Gorontalo )
-
Nusa Tenggara : Incuna
2.3.2 Kandungan Senyawa Dan Khasiat Bawang Putih
Bawang
putih mengandung senyawa kimia yang masing-masing memiliki manfaat dan khasiat
sebagai obat, berikut adalah beberapa kandungan senyawa kimiawi yang dimiliki
bawang putih :
-
Bawang putih mengandung minyak atsiri yang bermanfaat sebagai anti bakteri dan
anti septik.
-
Bawang putih mengandung allicin dan aliin yang bermanfaat sebagai daya anti
kolesterol untuk mencegah penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi dll
-
Pada umbi bawang putih mengandung senyawa kimia yang cukup banyak, diantaranya
:
1.
Kalsium yang memiliki sifat menenangkan sehingga cocok sebagai pencegah
hipertensi
2.
Saltivine yang bermanfaat sebagai mempercepat pertumbuhan sel dan jaringan
serta merangsang susunan sel syaraf
3.
Diallysulfide, alilpropil-disulfida : anti cacing.
4.
Belerang
5.
Protein
6.
Lemak
7.
Fosfor
8.
Besi
9.
Vitamin A, B1 dan C.
2.3 Bayam
Bayam
(Amaranthus spp.) merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi
daunnya sebagai sayuran hijau. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik namun
sekarang tersebar ke seluruh dunia. Tumbuhan ini dikenal sebagai sayuran sumber
zat besi yang penting.
Pemerian botani
Terna
semusim yang menyukai iklim hangat dan cahaya kuat. Bayam relatif tahan
terhadap pencahayaan langsung karena merupakan tumbuhan C4. Batang berair dan
kurang berkayu. Daun bertangkai, berbentuk bulat telur, lemas, berwarna hijau,
merah, atau hijau keputihan. Bunga tersusun majemuk tipe tukal yang rapat,
bagian bawah duduk di ketiak, bagian atas berkumpul menjadi karangan bunga di
ujung tangkai dan ketiak percabangan. Bijinya berwarna hitam, kecil dan keras.
Penggunaan
Bayam
sebagai sayur hanya umum dikenal di Asia Timur dan Asia Tenggara, sehingga
disebut dalam bahasa Inggris sebagai Chinese amaranth. Di Indonesia dan Malaysia,
bayam sering disalahartikan menjadi "spinach" dalam bahasa Inggris
(mungkin sebagai akibat penerjemahan yang dalam film kartun Popeye), padahal
nama itu mengacu ke jenis sayuran daun lain - lihat Bayam (Spinacia).
Di
tingkat konsumen, dikenal dua macam bayam sayur: bayam petik dan bayam cabut.
Bayam petik berdaun lebar dan tumbuh tegak besar (hingga dua meter) dan daun
mudanya dimakan terutama sebagai lalapan (misalnya pada pecel, gado-gado),
urap, serta digoreng setelah dibalur tepung. Daun bayam cabut berukuran lebih
kecil dan ditanam untuk waktu singkat (paling lama 25 hari), lebih cocok untuk
dibuat sup encer seperti sayur bayam dan sayur bobor. Bayam petik biasanya
berasal dari jenis A. hybridus (bayam kakap) dan bayam cabut terutama diambil
dari A. tricolor. Jenis-jenis lainnya yang juga dimanfaatkan adalah A. spinosus
(bayam duri) dan A. blitum (bayam kotok).
Kandungan
besi pada bayam relatif lebih tinggi daripada sayuran daun lain (besi merupakan
penyusun sitokrom, protein yang terlibat dalam fotosintesis) sehingga berguna
bagi penderita anemia.
Beberapa
kultivar A. tricolor memiliki daun berwarna merah atau putih dan dipakai
sebagai tanaman hias, meskipun dapat pula disayur. Jenis tanaman hias lainnya
adalah A. caudatus karena tandan bunganya berwarna merah panjang menggantung
seperti ekor. Di tempat asalnya, bayam dimanfaatkan bijinya (bayam biji)
sebagai sumber karbohidrat. Biji ini sekarang juga populer sebagai makanan diet
karena tidak menyebabkan kegemukan.
Akar
tunggang bayam juga dimanfaatkan sebagai obat.
KLASIFIKASI
|
||||||||||||||
|
Species
|
||||||||||||||
|
.
§ A. hybridus
§ A. tricolor
§ A. blitum
§ A. spinosus
|
No comments:
Post a Comment