Waktu itu gue lagi dateng ke Launching Buku "SANG JUARA" dari Penulis yang juga seorang Motivator Putera Lengkong di Gramedia PIM I. Gue tertarik karena temen gue yang suka banget sama Badminton ngajak gue ke acara itu, dan yang bikin gue excited lagi, ada Liliana Natsir sama Tantowi Ahmad! Wow, itu bikin gue semangat banget dateng ke launcing bukunya.
Sesampainya disana, gue baca - baca buku yang mau launching itu. Menarik banget, pengemasan bukunya ga ngebosenin, malah bikin tambah semangat! Pas banget momennya, soalnya malem sebelum hari itu, gue lagi galau parah! >_<! Ternyata untuk jadi juara sejati itu, kita harus menguasai 9 kunci jadi juara. Gue bener-bener termotivasi karena buku itu. Walaupun hari itu ga langsung beli, besoknya gue baru beli dan gue langsung baca buku Sang Juara. Rugi banget sih, kan kalo gue beli pas launching pasti dapet tanda tangannya Liliana Natsir sama Tantowi Ahmad (huh!) Tapi gapapa, yang penting kan dapet bukunya
Nah, pas launching buku itu, gue semangat banget ngejawab tantangan dari MCnya. Tapi gue belom beruntung dari awal sampe pertengahan acara, habis gue di belakang banget sih, ya ga keliatan mau loncat2 juga -______- Akhirnya, pas ditanya "Ada yang sudah beli buku Sang Juara belom? Akan dapet 2 paket buku senilai 500rb persembahan dari Gramedia looh!" gue langsung tunjuk tangan (padahal mah, gue belom beli, tapi nekat aja, haha) Untung aja temen gue ada yang udah beli. Gue bilang aja ke dia "Kalo gue jadi lo, gue mau bawa bukunya ke depan Pak Putera biar bisa dapet paket bukunya". dan dia jawab "yaudah, lo aja meg, yang maju. Ntar hadiahnya kita bagi2". Oke deh, Sipp! (y) Finally, gue langsung bawa2 bukunya ke depan Pak Putera. Eh, ada yang ikut2an gue gitu, yaudah, alhasil jadi 3 orang yang sukses menyita perhatian Pak Putera buat ngasih paket buku. Karena paket buku yang tersedia cuma 2, jadi sisanya dapet produk P&G. yah, lumayanlah, dapet shampo, sikat gigi, permen, dll hha.
Di akhir acara, ga afdol kalo gue belom cakap2 sama Pak Putera. Gue pun langsung nanya2 dan minta contact personnya Pak Putera. Ternyata Pak Putera itu baiiiiik banget! Dia mau bantu gue nyariin penerbit buat novel gue. Aaah, senangnya. (^_^)
8.04.2012
Proposal Penelitian (BAB III)
BAB
III
METODE
PENELITIAN
3.1 Metode
Penelitian
3.1.1
Jenis Penelitian
Peneliti melakukan
metode eksperimen.
3.2 Alat dan
Bahan
1.
3 buah pot
2.
3 biji kacang kedelai
3.
bayam
4.
bawang putih
5.
Air
6.
Tanah
3.3 Langkah Kerja
- Siapkan tanah dan biji kedelai yang akan ditanam.
- Bagi tanah menjadi tiga, masing – masing masukkan ke dalam satu buah pot bunga.
- Beri tanda pot I, pot II, dan pot III.
- Tumbuk bayam dan bawang putih, kemudian bayam yang sudah ditumbuk dicampurkan ke dalam tanah pot I. Demikian pula bawang putih yang sudak ditumbuk, campurkan ke dalam tanah pot II.
- Tanah pot III masih dalam keadaan awal tanpa perlakuan khusus.
- Tanam biji kedelai pada masing-masing pot.
- Buat sari bayam menjadi berbentuk cair.
- Siramkan sari bayam ke dalam pot I setiap pagi dan sore hari.
- Siramkan air biasa ke dalam pot II setiap pagi dan sore.
- Siramkan air biasa ke dalam pot III setiap pagi dan sore.
- Amati perkembangannya dari hari pertama dan seterusnya.
3.4 Variabel
Penelitian
3.3.1 Variabel Bebas : Nutrisi dari Bayam dan Bawang Putih
3.3.2 Variabel Terikat : Aktifitas Pertumbuhan Tanaman
3.3.3 Objek Penelitian : Biji Kacang Kedelai
3.4 Waktu dan
Tempat Penelitian
3.4.1 Waktu Penelitian
|
|
Mg.1
|
Mg.
2
|
Mg.
3
|
Mg.
4
|
Mg.
5
|
|
Penyusunan
Proposal
|
|
|
|
|
|
|
Penelitian
|
|
|
|
|
|
|
Pembahasan
|
|
|
|
|
|
|
Penyusunan
Laporan Penelitian
|
|
|
|
|
|
3.4.2 Tempat Penelitian : Rumah Peneliti dan
SMA 87 Jakarta
3.5 Personil
Penelitian
1. Graciella Valentine
2. Megantyas Rinjani Pramestika
3. Rafida Mardhatila
4. Rizska Indriani Safitri
Proposal Penelitian (BAB II) Bag. 4
C.
PERTUMBUHAN
PRIMER
Merupakan pertumbuhan yang terjadi karena
adanya aktivitas meristem primer.
Pertumbuhan ini disebabkan oleh kegiatan
titik tumbuh primer yang terdapat pada ujung akar dan ujung batang dimulai
sejak tumbuhan masih berupa embrio.
Ciri-ciri jaringan meristem ini adalah
mempunyai dinding sel yang tipis, bervakuola kecil atau tidak bervakuola,
sitoplasma pekat dan sel-selnya belum berspesialisasi.
Jaringan meristem ada dua jenis, yaitu:
a.
Jaringan meristem apikal
Jaringan
ini terdapat pada ujung akar dan batang, yang berfungsi untuk mewujudkan
pertumbuhan primer.
b.
Jaringan meristem lateral
Jaringan
ini dapat membentuk pertumbuhan sekunder. Contoh yang sering kita temukan
adalah kambium, jaringan ini dapat menumbuhkan pertumbuhan lateral atau
menambah diameter dari bagian tumbuhan.
Kambium
didapatkan pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae.
Contoh
yang lain adalah kambium gabus yang terdapat pada batang dan akar tumbuhan
berkayu atau pada bagian tumbuhan yang kena luka.
D.
PERTUMBUHAN
SEKUNDER
Pertumbuhan ini terjadi pada tumbuhan
Dikotiledon dan Gymnospermae.
Pertumbuhan sekunder disebabkan oleh
kegiatan meristem sekunder, yang meliputi:
a.
Kambium gabus (felogen)
Pertumbuhan
felogen menghasilkan jaringan gabus. Jaringan gabus berperan sebagai pelindung,
yaitu menggantikan fungsi epidermis yang mati dan terkelupas, juga merupakan
bagian dari jaringan sekunder yang disebut periderm.
b.
Kambium fasis (vasikuler)
Berperan
membentuk xilem sekunder ke arah dalam dan membentuk floem sekunder ke arah
luar, selain itu juga menghasilkan sel-sel hidup yang berderet-deret menurut
arah jari-jari dari bagian xilem ke bagian floem yang disebut jari-jari
empulur.
Bagian
xilem lebih tebal daripada bagian floem karena kegiatan kambium ke arah dalam
lebih besar daripada kegiatan ke arah luar.
c.
Kambium interfasis (intervasikuler)
Merupakan
kambium yang membentuk jari-jari empulur. Tumbuhan monokotil yang tidak mempunyai
kambium, tumbuh dengan cara penebalan. Tetapi pada umumnya, pertumbuhan terjadi
karena adanya peningkatan banyaknya dan ukuran sel. Pertumbuhan pada tumbuhan
dikotil yang berkayu menyangkut kedua aktivitas tersebut, sel-sel baru yang
kecil yang dihasilkan kambium dan meristem apikal, kemudian sel-sel ini
membesar dan berdifferensiasi. (Kimball, 1992: 411)
E.
PERTUMBUHAN
TERMINAL
Terjadi
pada ujung akar dan ujung batang tumbuhan berbiji yang aktif tumbuh. Terdapat 3
daerah (zona) pertumbuhan dan perkembangan.
a.
Daerah pembelahan (daerah meristematik)
Merupakan
daerah yang paling ujung dan merupakan tempat terbentuknya sel-sel baru.
Sel-sel di daerah ini mempunyai inti sel yang relatif besar, berdinding tipis,
dan aktif membelah diri.
b.
Daerah pemanjangan
Merupakan
daerah hasil pembelahan sel-sel meristem. Sel-sel hasil pembelahan tersebut
akan bertambah besar ukurannya sehingga menjadi bagian dari daerah
perpanjangan. Ukuran selnya bertambah beberapa puluh kali dibandingkan sel-sel
meristematik.
c.
Daerah diferensiasi
Merupakan
daerah yang terletak di bawah daerah pemanjangan. Sel-sel di daerah ini umumnya
mempunyai dinding yang menebal dan beberapa di antaranya mengalami diferensiasi
menjadi epidermis, korteks, dan empulur. Sel yang lain berdiferensiasi menjadi
jaringan parenkim, jaringan penunjang, dan jaringan pengangkut (xilem dan
floem).
Proposal Penelitian (BAB II) Bag.3
2.4 Pertumbuhan
dan Perkembangan Tanaman
Pertumbuhan
adalah :
Peristiwa perubahan biologi yang terjadi
pada makhluk hidup yang berupa pertambahan ukuran (volume, massa, dan tinggi) Irreversibel
(tidak kembali ke asal) dapat diukur serta dinyatakan secara kuantitatif.
Auksanometer adalah Suatu alat untuk
mengukur pertumbuhan memanjang suatu tanaman, yang terdiri atas sistem kontrol
yang dilengkapi jarum penunjuk pada busur skala atau jarum yang dapat menggaris
pada silinder pemutar.
Perkembangan
adalah:
Proses menuju tercapainya kedewasaan atau
tingkat yang lebih sempurna (kompleks).
Sel-sel berdiferensiasi. Peristiwa diferensiasi menghasilkan perbedaan
yang tampak pada struktur dan fungsi masing-masing organ, sehingga perubahan
yang terjadi pada organisme tersebut semakin kompleks. Proses ini berlangsung secara kualitatif.
TAHAP-TAHAP
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA TUMBUHAN
A.
TAHAP AWAL
PERTUMBUHAN
Mula-mula biji melakukan imbibisi atau
penyerapan air sampai ukuran bijinya bertambah dan menjadi lunak.
Saat air masuk ke dalam biji, enzim-enzim
mulai aktif sehingga menghasilkan berbagai reaksi kimia.
Kerja enzim ini antara lain, mengaktifkan
metabolisme di dalam biji dengan mensintesis cadangan makanan sebagai
persediaan cadangan makanan pada saat perkecambahan berlangsung.
B.
PERKECAMBAHAN
Perkecambahan terjadi karena pertumbuhan
radikula (calon akar) dan pertumbuhan plumula (calon batang).
Faktor yang memengaruhi perkecambahan
adalah air, kelembapan, oksigen, dan suhu.
Perkecambahan biji ada dua macam, yaitu:
a.
Tipe perkecambahan di atas tanah (Epigeal)
Hipokotil
memanjang sehingga plumula dan kotiledon ke permukaan tanah dan kotiledon melakukan
fotosintesis selama daun belum terbentuk.
Contoh:
perkecambahan kacang hijau.
b.
Tipe perkecambahan di bawah tanah (hipogeal)
Epikotil
memanjang sehingga plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas
permukaan tanah, sedangkan kotiledon tertinggal dalam tanah. Contoh:
perkecambahan kacang kapri (Pisum sativum).
Proposal Penelitian (BAB II) Bag.2
2.2 Bawang Putih
2.3.1
Pengertian Bawang Putih
Bawang
Putih ( Allium Sativum )
Bawang
putih yang dikenal dengan nama ilmiah Allium sativum yang merupakan tanaman
umbi yang biasa digunakan sebagai salah satu bahan rempah utama dalam berbagai
masakan. Akan tetapi bawang putih tidak hanya dikenal sebagai tanaman rempah
bumbu masak, bawang putih juga mempunyai khasiat luar biasa untuk dijadikan
obat herbal.
Bawang
putih termasuk dalam family Liliaceae yang merupakan tumbuhan yang agak sulit
ditentukan darimana asal mula tanaman ini berasal. Menurut Mrs. M. Grieve dalam
karya bukunya yang berjudul ” A Modern Herbal ” mengatakan bahwa bawang putih
didapati dari belahan dunia bagian utara dan selatan Siberia dan kemudian
berkembang sampai ke selatan negara Eropa, tumbuh secara liar di Sicily. Mrs.
M. Grieve menambahkan bawang putih kini tumbuh meluas di negara-negara seluruh
penjuru negara dunia.
Bawang
putih telah masuk dalam buku-buku sejarah China terdahulu sekitar tahun 2000
SM. Selain itu ia juga disebut dalam kebanyakan dalam karya-karya sastra
seperti Shakespeare, Chancer dan Danten. Bawang putih pada zaman dahulu
dikaitkan menjadi sebuah benda mistis pada sebuah kepercayaan agama tertentu,
namun hal itu sirna seiring berkembangnya zaman. Kini bawang putih dipercaya
sebagai obat penawar berbagai jenis penyakit yang kronik, seperti penyakit
tekanan darah tinggi, kencing manis, ulser, cirit-birit dsb.
Berikut
ini adalah ciri, klasifikasi dari bawang putih :
a.
Ciri dari tumbuhan rempah bawang putih :
-
Bawang putih dapat tumbuh di ladang-ladang di daerah pegunungan dengan hawa
sejuk dan cukup mendapat sinar matahari
-
Berbatang semu dan berwarna hijau
-
Buahnya terdapat pada bagian bawah dengan akar, umbi bawang putih berbentuk
seperti umbi besar dan berwarna putih
-
Tiap siung bawang putih diselimuti dengan kulit tipis
-
Daunnya berbentuk pita ( pipih memanjang), tepi rata, ujung runcing, beralur,
panjang 60 cm dan lebar 1,5 cm.
-
Berakar serabut
-
Bila diiris bawang putih akan menimbulkan aroma yang khas dan rasanya cukup
pedas, getir apabila dimakan mentah
b.
Klasifikasi bawang putih, yaitu :
-
Divisio : Spermatophyta
-
Sub divisio : Angiospermae
-
Kelas : Monocotyledonae
-
Bangsa : Liliales
-
Suku : Liliaceae
-
Marga : Allium
-
Jenis : Allium sativum
c.
Nama lokal dan nama asing dari bawang putih
-
Nama umum : bawang putih- Nama daerah :
-
Sumatera : bawang putih ( melayu ), lasun (Aceh), dasun (Minangkabau), lasuna
(Batak), bacong landak (Lampung)
-
Jawa : bawang bodas ( Sunda ), bawang ( Jawa ), babang pole ( Madura )
-
Kalimantan : bawang kasihong ( Dayak )
-
Sulawesi : lasuna kebo ( Makasaar ), lasuna pote ( Bugis ), pia moputi (
Gorontalo )
-
Nusa Tenggara : Incuna
2.3.2 Kandungan Senyawa Dan Khasiat Bawang Putih
Bawang
putih mengandung senyawa kimia yang masing-masing memiliki manfaat dan khasiat
sebagai obat, berikut adalah beberapa kandungan senyawa kimiawi yang dimiliki
bawang putih :
-
Bawang putih mengandung minyak atsiri yang bermanfaat sebagai anti bakteri dan
anti septik.
-
Bawang putih mengandung allicin dan aliin yang bermanfaat sebagai daya anti
kolesterol untuk mencegah penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi dll
-
Pada umbi bawang putih mengandung senyawa kimia yang cukup banyak, diantaranya
:
1.
Kalsium yang memiliki sifat menenangkan sehingga cocok sebagai pencegah
hipertensi
2.
Saltivine yang bermanfaat sebagai mempercepat pertumbuhan sel dan jaringan
serta merangsang susunan sel syaraf
3.
Diallysulfide, alilpropil-disulfida : anti cacing.
4.
Belerang
5.
Protein
6.
Lemak
7.
Fosfor
8.
Besi
9.
Vitamin A, B1 dan C.
2.3 Bayam
Bayam
(Amaranthus spp.) merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi
daunnya sebagai sayuran hijau. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik namun
sekarang tersebar ke seluruh dunia. Tumbuhan ini dikenal sebagai sayuran sumber
zat besi yang penting.
Pemerian botani
Terna
semusim yang menyukai iklim hangat dan cahaya kuat. Bayam relatif tahan
terhadap pencahayaan langsung karena merupakan tumbuhan C4. Batang berair dan
kurang berkayu. Daun bertangkai, berbentuk bulat telur, lemas, berwarna hijau,
merah, atau hijau keputihan. Bunga tersusun majemuk tipe tukal yang rapat,
bagian bawah duduk di ketiak, bagian atas berkumpul menjadi karangan bunga di
ujung tangkai dan ketiak percabangan. Bijinya berwarna hitam, kecil dan keras.
Penggunaan
Bayam
sebagai sayur hanya umum dikenal di Asia Timur dan Asia Tenggara, sehingga
disebut dalam bahasa Inggris sebagai Chinese amaranth. Di Indonesia dan Malaysia,
bayam sering disalahartikan menjadi "spinach" dalam bahasa Inggris
(mungkin sebagai akibat penerjemahan yang dalam film kartun Popeye), padahal
nama itu mengacu ke jenis sayuran daun lain - lihat Bayam (Spinacia).
Di
tingkat konsumen, dikenal dua macam bayam sayur: bayam petik dan bayam cabut.
Bayam petik berdaun lebar dan tumbuh tegak besar (hingga dua meter) dan daun
mudanya dimakan terutama sebagai lalapan (misalnya pada pecel, gado-gado),
urap, serta digoreng setelah dibalur tepung. Daun bayam cabut berukuran lebih
kecil dan ditanam untuk waktu singkat (paling lama 25 hari), lebih cocok untuk
dibuat sup encer seperti sayur bayam dan sayur bobor. Bayam petik biasanya
berasal dari jenis A. hybridus (bayam kakap) dan bayam cabut terutama diambil
dari A. tricolor. Jenis-jenis lainnya yang juga dimanfaatkan adalah A. spinosus
(bayam duri) dan A. blitum (bayam kotok).
Kandungan
besi pada bayam relatif lebih tinggi daripada sayuran daun lain (besi merupakan
penyusun sitokrom, protein yang terlibat dalam fotosintesis) sehingga berguna
bagi penderita anemia.
Beberapa
kultivar A. tricolor memiliki daun berwarna merah atau putih dan dipakai
sebagai tanaman hias, meskipun dapat pula disayur. Jenis tanaman hias lainnya
adalah A. caudatus karena tandan bunganya berwarna merah panjang menggantung
seperti ekor. Di tempat asalnya, bayam dimanfaatkan bijinya (bayam biji)
sebagai sumber karbohidrat. Biji ini sekarang juga populer sebagai makanan diet
karena tidak menyebabkan kegemukan.
Akar
tunggang bayam juga dimanfaatkan sebagai obat.
KLASIFIKASI
|
||||||||||||||
|
Species
|
||||||||||||||
|
.
§ A. hybridus
§ A. tricolor
§ A. blitum
§ A. spinosus
|
Proposal Penelitian (BAB II) Bag.1
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1 Kedelai
2.1.1 Pengertian Kedelai
Kedelai (kadang-kadang ditambah
"kacang" di depan namanya) adalah salah satu tanaman polong-polongan
yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timurseperti kecap, tahu, dan tempe. Berdasarkan
peninggalan arkeologi,
tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur.
Kedelai putih diperkenalkan keNusantara oleh
pendatang dari Cina sejak maraknya perdagangan dengan Tiongkok, sementara
kedelai hitam sudah dikenal lama orang penduduk setempat.
Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia
adalah Amerika
Serikat meskipun
kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910.
1.1.2 Keanekaragaman
Kedelai
Kedelai yang dibudidayakan adalah Glycine max yang merupakan keturunan domestikasi
dari spesies moyang, Glycine
soja. Dengan versi ini, G.
max juga dapat disebut
sebagai G. soja subsp. max. Kedelai merupakan tanaman
budidaya daerah Asia subtropik seperti Cina dan Jepang. Sebaran G. soja sendiri lebih luas, hingga ke kawasan
Asia tropik.
Kedelai adalah tumbuhan yang peka terhadap
pencahayaan. Dalam pencahayaan agak rendah batangnya akan mengalami pertumbuhan
memanjang sehingga berwujud seperti tanaman merambat.
Beberapa kultivar kedelai putih budidaya di
Indonesia, di antaranya adalah 'Ringgit', 'Orba', 'Lokon', 'Davros', dan
'Wilis'. 'Edamame' adalah kultivar kedelai berbiji besar berwarna hijau yang
belum lama dikenal di Indonesia dan berasal dari Jepang.
1.1.3 Pemerian Kedelai
Kedelai
dikenal dengan berbagai nama: sojaboon (bahasa
Belanda), soja, soja bohne(bahasa Jerman), soybean (bahasa
Inggris), kedele (bahasa Indonesia sehari-hari,bahasa Jawa), kacang
ramang, kacang bulu, kacang gimbol, retak
mejong, kaceng bulu, kacang jepun, dekenana, demekun,
dele, kadele, kadang jepun, lebui bawak, lawui, sarupapa tiak, dole, kadule,
puwe mon, kacang kuning (Sumatera bagian utara) dan gadelei. Berbagai
nama ini menunjukkan bahwa kedelai telah lama dikenal di Indonesia.
Kedelai
merupakan terna dikotil semusim
dengan percabangan sedikit, sistem perakaran akar tunggang, dan batang
berkambium. Kedelai dapat berubah penampilan menjadi tumbuhan setengah merambat
dalam keadaan pencahayaan rendah. Kedelai, khususnya kedelai putih dari daerah
subtropik, juga merupakan tanaman hari-pendekdengan
waktu kritis rata-rata 13 jam. Ia akan segera berbunga apabila pada masa siap
berbunga panjang hari kurang dari 13 jam. Ini menjelaskan rendahnya produksi di
daerah tropika, karena tanaman terlalu dini berbunga.
1.
Biji
Biji
kedelai berkeping dua, terbungkus kulit biji dan tidak mengandung jaringan
endosperma. Embrio terletak di antara keping biji. Warna kulit biji kuning,
hitam, hijau, coklat. Pusar biji (hilum) adalah jaringan bekas biji melekat
pada dinding buah. Bentuk biji kedelai umumnya bulat lonjong tetapi ada pula
yang bundar atau bulat agak pipih.
2.
Kecambah
Biji
kedelai yang kering akan berkecambah bila memperoleh air yang cukup. Kecambah
kedelai tergolong epigeous, yaitu keping biji muncul diatas tanah. Warna
hipokotil, yaitu bagian batang kecambah dibawah kepaing, ungu atau hijau yang
berhubungan dengan warna bunga. Kedelai yang berhipokotil ungu berbunga ungu,
sedang yang berhipokotil hijau berbunga putih. Kecambah kedelai dapat digunakan
sebagai sayuran (tauge).
3.
Perakaran
Tanaman
kedelai mempunyai akar tunggang yang membentuk akar-akar cabang yang tumbuh
menyamping (horizontal) tidak jauh dari permukaan tanah. Jika kelembapan tanah
turun, akar akan berkembang lebih ke dalam agar dapat menyerap unsur hara dan
air. Pertumbuhan ke samping dapat mencapai jarak 40 cm, dengan kedalaman hingga
120 cm. Selain berfungsi sebagai tempat bertumpunya tanaman dan alat pengangkut
air maupun unsur hara, akar tanaman kedelai juga merupakan tempat terbentuknya
bintil-bintil akar.
Bintil akar tersebut berupa koloni dari bakteri
pengikat nitrogen Bradyrhizobium japonicum yang bersimbiosis secara
mutualis dengan kedelai. Pada tanah yang telah mengandung bakteri ini, bintil
akar mulai terbentuk sekitar 15 – 20 hari setelah tanam. Bakteri bintil akar
dapat mengikat nitrogen langsung dari udara dalam bentuk gas N2 yang
kemudian dapat digunakan oleh kedelai setelah dioksidasi menjadi nitrat (NO3).
4.
Batang
Kedelai
berbatang memiliki tinggi 30–100 cm. Batang dapat membentuk 3 – 6 cabang,
tetapi bila jarak antar tanaman rapat, cabang menjadi berkurang, atau tidak
bercabang sama sekali. Tipe pertumbuhan batang dapat dibedakan menjadi terbatas
(determinate), tidak terbatas (indeterminate), dan setengah
terbatas (semi-indeterminate). Tipe terbatas memiliki ciri khas berbunga
serentak dan mengakhiri pertumbuhan meninggi. Tanaman pendek sampai sedang,
ujung batang hampir sama besar dengan batang bagian tengah, daun teratas sama
besar dengan daun batang tengah. Tipe tidak terbatas memiliki ciri berbunga
secara bertahap dari bawah ke atas dan tumbuhan terus tumbuh. Tanaman berpostur
sedang sampai tinggi, ujung batang lebih kecil dari bagian tengah. Tipe
setengah terbatas memiliki karakteristik antara kedua tipe lainnya.
5.
Bunga
Bunga
kedelai termasuk bunga sempurna yaitu setiap bunga mempunyai alat jantan dan
alat betina. Penyerbukan terjadi pada saat mahkota bunga masih menutup sehingga
kemungkinan kawin silang alami amat kecil. Bunga terletak pada ruas-ruas
batang, berwarna ungu atau putih. Tidak semua bunga dapat menjadi polong
walaupun telah terjadi penyerbukan secara sempurna. Sekitar 60% bunga rontok
sebelum membentuk polong.
6.
Buah
Buah
kedelai berbentuk polong. Setiap tanaman mampu menghasilkan 100 – 250 polong.
Polong kedelai berbulu dan berwarna kuning kecoklatan atau abu-abu. Selama
proses pematangan buah, polong yang mula-mula berwarna hijau akan berubah
menjadi kehitaman.
7.
Daun
Pada
buku (nodus) pertama tanaman yang tumbuh dari biji terbentuk sepasang
daun tunggal. Selanjutnya, pada semua buku di atasnya terbentuk daun majemuk
selalu dengan tiga helai. Helai daun tunggal memiliki tangkai pendek dan daun
bertiga mempunyai tangkai agak panjang. Masing-masing daun berbentuk oval,
tipis, dan berwarna hijau. Permukaan daun berbulu halus (trichoma) pada kedua
sisi. Tunas atau bunga akan muncul pada ketiak tangkai daun majemuk. Setelah
tua, daun menguning dan gugur, mulai dari daun yang menempel di bagian bawah
batang.
1.1.4 Klasifikasi
Kingdom:
Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas: Rosidae Ordo: Fabales Famili: Fabaceae (suku polong-polongan) Genus: Glycine Spesies: Glycine max (L.) Merr. |
||||
Subscribe to:
Posts (Atom)

