(This is EXPLANATION TEXT)
(Statement)
Rainbow is a natural phenomenon that is beautiful and so ammazing. The color in the rainbow is always be a symbol to express cheerful and beauty. Color is composed of red, orange, yellow, green, blue, and purple.
(Explanation)
Do you know how can rainbow appeared in the sky? Rainbow formed by the refraction of sunlight by water vapour in the atmosphere. When sunlight through water the light is bent in such a way as to make the color deflected at different angle, and the color red is the color of the last bend, while purple is athe most first.
(Explanation)
Rainbow can only be seen if the position we were on the water vapour and the sun is behind us.
(Explanation - The End)
Rainbow will not happen in the absence of rain, the rain itself began from the evaporation process of sea water, and then clouds will formulated through a process of precipitation as rain. If there is sun, the rainbow will appear with the position of air eyes is a rainbow arc.
9.27.2012
Student Fighting, The National Problem (Essay)
Student fighting became a serious problem in Indonesia. This habit has been around a long time, even though a lot of ways has been done to solve this problem. Time passed, and the more daring students using dangerous weapons.
Usually, student fighting happen if a school mock other schools, then the situation was deteriorating. There was a group of students who are members of an illegal organization. Students who are members learned to attack the enemy, any strategy that is used, and more. When they had finished with the 'learning' them, they will soon come down and practice what they have got from the senior. They also have a schedule for the school to attack each other, and determine who will go to the streets, then they form a layer of defense during the brawl.
Brawl happened when they came home from school early, so they can use the opportunity to fight them with other schools. The area is prone to brawls between some school meeting area, or a path that connects the school - a particular school. In Jakarta, as many as 165 local area.
Now, the fight has become a culture, a student who was killed in the fight more and more. They dared to kill their opponents in a fight that is not clear interests and objectives. While the death toll would have died in vain. Then, where the root of the problem this student brawls? Why can not they stop these bad habits? Government should be more serious in acting, more disciplined in managing education. Supervision in seklah also not only in the school environment, the school also needs to conduct surveillance of excess, especially on a day when they came home early. Hours of study and homework needs to be added, according to the students' abilities, so that more of their time at school and at home. CCTV is also required to monitor areas prone to the brawl.
9.19.2012
Rain Drops
Water cycle is the event of the occurrence of rain water falling from the clouds to the earth. At first rain comes from several sources that there was water on earth such as sea water, river water, lake water, water reservoirs, and so forth. In addition to the aforementioned water, the water evaporates into the air can also be derived from the human body, animals, plants, and other objects that contain water.
Waters are generally undergo a process of evaporation or evaporation due to sun exposure. The evaporated water / steam into the air and eventually floated to continue to move toward the high clouds with vapors of water to another. At high vapor cloud is undergoing a process of compaction or condensation to form clouds. With the help of the wind clouds can move here and there either vertical, horizontal and diagonal.
Due to wind or moving air also cloud-UNDER meet and grow towards the sky / the earth's atmosphere where the temperature is low or cold and finally forming hail and water. Due to the weight and not being able sustained wind eventually water droplets or ice fell to the earth's surface (the precipitation). Since the lower the temperature the higher the form of ice or snow melts into water, but if the temperature is very low then it will remain as the snow fell.
The rain not only fell in the form of water and ice, but also may take the form of dew and fog. The rain that falls to the earth's surface when meeting with dry air, some rain may evaporate back into the air. Form small rain water is nearly spherical, while the more flat like a burger, and a bigger umbrella-shaped waterfall. Large rain water has a high-speed fall so sometimes it hurt if the members of our body.
9.08.2012
SUSUNAN LAPORAN PENELITIAN (Kuantitatif)
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Berisi alasan dan penjelasan dilakukannya penelitian.
1.2 Tujuan Penelitian
Berisi tujuan dilaksanakannya penelitian.
Contoh : 1. Memberitahukan kepada khalayak tentang ....
1.3 Rumusan Masalah
Masalah yang dirumuskan dari penelitian yang dilakukan.
1.4 Batasan Masalah
Pembatasan masalah dari rumusan masalah yang dikemukakan.
1.5 Manfaat Penelitian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
Berisi seluruh teori dan pendapat-pendapat para ahli yang relevan dengan variabel yang kita teliti. Kemudian, lakukan penarikan kesimpulan terhadap teori yang ditulis.
B. Kerangka Berpikir
Penjabaran hubungan antara masing-masing variabel yang diteliti. Minimal untuk setiap kerangka berpikir terdiri dari 3 paragraf, dimana 1 paragraf untuk variabel pertama, 1 paragraf untuk variabel kedua dan 1 paragraf lagi untuk pendugaan variabel 1 terhadap variabel 2.
C. Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang kita ajukan. Banyaknya jumlah hipotesis tergantung dari banyaknya rumusan masalah dan kerangka berpikir yang kita ajukan.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Waktu dan Tempat Penelitian
Di bagian ini dijabarkan profil tempat penelitian serta berapa lama penelitian akan diadakan, termasuk jadwal rinci dengan langkah-langkah penelitian yang akan dilakukan.
Jadwal diupayakan dibuat dalam bentuk tabel kerja.
1. Tempat Penelitian
2. Waktu dan Jadwal Penelitian
B. Metode Penelitian
1. Jenis Penelitian
Di sini dijabarkan jenis penelitian yang kita lakukan, bisa berupa survei atau eksperimen. Jelaskan pula definisi jenis penelitian yang kita lakukan.
2. Desain Penelitian
Di sini digambarkan desain penelitian yang kita lakukan. Ada yang berbentuk korelasi dan regresi sederhana, korelasi dan regresi ganda, analisis jalur, perbandingan 2 kelompok sampel, perbandingan 3 atau lebih kelompok sampel dengan interaksi, perbandingan 3 atau lebih kelompok sampel tanpa interaksi.
C. Populasi, Sampel dan Teknik Sampling
1. Populasi Target
Keseluruhan populasi yang ada di sebuah tempat penelitian. Misalnya SMP X, maka populasinya adalah seluruh siswa di SMP X.
2. Populasi Terjangkau
Bagian dari populasi target, dimana sudah diarahkan di kelas mana akan diambil sampel. Misalnya penelitian hanya untuk kelas 8, maka populasi terjangkaunya adalah seluruh siswa kelas 8 SMP X.
3. Sampel
Bagian kecil dari populasi terjangkau yang diambil menggunakan teknik sampling tertentu. Disampaikan pula berapa banyak sampel yang diambil serta teknik sampling yang digunakan untuk pengambilan sampel.
D. Metode Pengumpulan Data
1. Variabel Penelitian
Tuliskan seluruh variabel yang akan diteliti.
2. Sumber Data
Tuliskan dari siapa data diambil, untuk setiap variabel penelitian.
3. Teknik Pengumpulan Data
Tuliskan dengan media apa data dikumpulkan. Media ini bisa berupa instrumen tes atau non tes.
4. Instrumen Penelitian
Bagian ini dibagi menjadi:
a. Definisi Konseptual
Tuliskan konstruk yang telah kita buat di BAB II.
b. Definisi Operasional
Tuliskan konstruk yang telah kita buat di BAB II ditambah dengan cara kita untuk mendapatkan data. Misalnya, akan diukur dengan menggunakan angket berskala Likert berjumlah 25 soal.
c. Kisi-kisi
Tuliskan sesuai teori kisi-kisi dari setiap variabel. Dimana untuk setiap indikator memiliki beberapa soal, sehingga hasilnya nanti dapat diverifikasi dengan baik.
d. Uji Coba Instrumen
Tuliskan rumus serta hasil perhitungan dalam rangka uji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian. Soal yang rusak diganti.
e. Instrumen Final
Tuliskan instrumen yang sudah valid dan reliabel.
Keseluruhan Bagian ini dilakukan untuk semua variabel, sehingga bila ada 3 variabel, maka akan ada 3 kali penulisan definisi konseptual, operasional, dll.
E. Teknik Analisis Data
1. Teknik Analisis Deskriptif
Tuliskan seluruh rumus yang akan kita gunakan, seperti Mean, Modus, Median, Simpangan Baku dan Tabel Distribusi Frekuensi.
2. Uji Persyaratan Analisis Data
Tuliskan semua rumus yang akan digunakan untuk menguji kualitas data, misalnya rumus Uji Normalitas, Homogenitas (untuk komparasi), Linieritas (korelasi) dan Uji Pelanggaran Asumsi Klasik (multikolinieritas, autokorelasi dan heterokedastisitas)
3. Uji Hipotesis
Tuliskan rumus yang akan kita gunakan untuk uji hipotesis termasuk dengan kriteria penerimaan Ho dan H1.
F. Hipotesis Statistik
Hipotesis dituliskan dengan menggunakan simbol-simbol matematika, misalnya menggunakan lambang rho, dll. (Masih belum paham? silahkan lihat contohnya di perpustakaan UNINDRA).
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Karakteristik Responden
Dijelaskan karakteristik responden, termasuk umur, tempat tinggal, jenis kelamin, pendidikan dan lain sebagainya.
B. Statistik Deskriptif Variabel
Dituliskan hasil perhitungan statistik deskriptif tiap-tiap variabel. Dimulai dari pembuatan tabel distribusi frekuensi, perhitungan modus, median, mean dan simpangan baku serta gambar histogramnya.
C. Uji Persyaratan Analisis Data
Dituliskan hasil perhitungan terhadap uji persyaratan analisis data yang dilakukan. Hasil perhitungan uji normalitas, uji homogenitas, uji linieritas dan uji pelanggaran asumsi klasik.
D. Uji Hipotesis
Dituliskan langkah-langkah pengujian hipotesis.
Jika 2 variabel bertipe interval diuji dengan korelasi dan regresi sederhana
Jika 3 atau lebih variabel bertipe interval diuji dengan korelasi dan regresi ganda
Jika 3 atau lebih variabel bertipe interval (pengembangan regresi) diuji dengan analisis jalur
Jika 2 kelompok sampel atau 2 variabel dengan tipe data berbeda diuji dengan uji beda rata-rata
Jika 3 atau lebih kelompok sampel atau 3 variabel dengan tipe data berbeda dan antar variabel ada interaksi diuji dengan ANOVA/ANAVA
Jika 3 atau lebih kelompok sampel atau 3 variabel dengan tipe data berbeda dan antar variabel tidak ada interaksi diuji dengan ANKOVA.
E. Pembahasan Hasil Penelitian
Jabarkan dengan bahasa sendiri interpretasi kita terhadap hasil perhitungan yang kita lakukan. Termasuk tuliskan juga keterbatasan-keterbatasan dalam pelaksanaan penelitian.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Tuliskan kesimpulan dari seluruh penelitian yang kita lakukan.
B. Saran
Tuliskan saran-saran sehubungan dengan kesimpulan yang kita buat.
1.1 Latar Belakang
Berisi alasan dan penjelasan dilakukannya penelitian.
1.2 Tujuan Penelitian
Berisi tujuan dilaksanakannya penelitian.
Contoh : 1. Memberitahukan kepada khalayak tentang ....
1.3 Rumusan Masalah
Masalah yang dirumuskan dari penelitian yang dilakukan.
1.4 Batasan Masalah
Pembatasan masalah dari rumusan masalah yang dikemukakan.
1.5 Manfaat Penelitian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
Berisi seluruh teori dan pendapat-pendapat para ahli yang relevan dengan variabel yang kita teliti. Kemudian, lakukan penarikan kesimpulan terhadap teori yang ditulis.
B. Kerangka Berpikir
Penjabaran hubungan antara masing-masing variabel yang diteliti. Minimal untuk setiap kerangka berpikir terdiri dari 3 paragraf, dimana 1 paragraf untuk variabel pertama, 1 paragraf untuk variabel kedua dan 1 paragraf lagi untuk pendugaan variabel 1 terhadap variabel 2.
C. Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang kita ajukan. Banyaknya jumlah hipotesis tergantung dari banyaknya rumusan masalah dan kerangka berpikir yang kita ajukan.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Waktu dan Tempat Penelitian
Di bagian ini dijabarkan profil tempat penelitian serta berapa lama penelitian akan diadakan, termasuk jadwal rinci dengan langkah-langkah penelitian yang akan dilakukan.
Jadwal diupayakan dibuat dalam bentuk tabel kerja.
1. Tempat Penelitian
2. Waktu dan Jadwal Penelitian
B. Metode Penelitian
1. Jenis Penelitian
Di sini dijabarkan jenis penelitian yang kita lakukan, bisa berupa survei atau eksperimen. Jelaskan pula definisi jenis penelitian yang kita lakukan.
2. Desain Penelitian
Di sini digambarkan desain penelitian yang kita lakukan. Ada yang berbentuk korelasi dan regresi sederhana, korelasi dan regresi ganda, analisis jalur, perbandingan 2 kelompok sampel, perbandingan 3 atau lebih kelompok sampel dengan interaksi, perbandingan 3 atau lebih kelompok sampel tanpa interaksi.
C. Populasi, Sampel dan Teknik Sampling
1. Populasi Target
Keseluruhan populasi yang ada di sebuah tempat penelitian. Misalnya SMP X, maka populasinya adalah seluruh siswa di SMP X.
2. Populasi Terjangkau
Bagian dari populasi target, dimana sudah diarahkan di kelas mana akan diambil sampel. Misalnya penelitian hanya untuk kelas 8, maka populasi terjangkaunya adalah seluruh siswa kelas 8 SMP X.
3. Sampel
Bagian kecil dari populasi terjangkau yang diambil menggunakan teknik sampling tertentu. Disampaikan pula berapa banyak sampel yang diambil serta teknik sampling yang digunakan untuk pengambilan sampel.
D. Metode Pengumpulan Data
1. Variabel Penelitian
Tuliskan seluruh variabel yang akan diteliti.
2. Sumber Data
Tuliskan dari siapa data diambil, untuk setiap variabel penelitian.
3. Teknik Pengumpulan Data
Tuliskan dengan media apa data dikumpulkan. Media ini bisa berupa instrumen tes atau non tes.
4. Instrumen Penelitian
Bagian ini dibagi menjadi:
a. Definisi Konseptual
Tuliskan konstruk yang telah kita buat di BAB II.
b. Definisi Operasional
Tuliskan konstruk yang telah kita buat di BAB II ditambah dengan cara kita untuk mendapatkan data. Misalnya, akan diukur dengan menggunakan angket berskala Likert berjumlah 25 soal.
c. Kisi-kisi
Tuliskan sesuai teori kisi-kisi dari setiap variabel. Dimana untuk setiap indikator memiliki beberapa soal, sehingga hasilnya nanti dapat diverifikasi dengan baik.
d. Uji Coba Instrumen
Tuliskan rumus serta hasil perhitungan dalam rangka uji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian. Soal yang rusak diganti.
e. Instrumen Final
Tuliskan instrumen yang sudah valid dan reliabel.
Keseluruhan Bagian ini dilakukan untuk semua variabel, sehingga bila ada 3 variabel, maka akan ada 3 kali penulisan definisi konseptual, operasional, dll.
E. Teknik Analisis Data
1. Teknik Analisis Deskriptif
Tuliskan seluruh rumus yang akan kita gunakan, seperti Mean, Modus, Median, Simpangan Baku dan Tabel Distribusi Frekuensi.
2. Uji Persyaratan Analisis Data
Tuliskan semua rumus yang akan digunakan untuk menguji kualitas data, misalnya rumus Uji Normalitas, Homogenitas (untuk komparasi), Linieritas (korelasi) dan Uji Pelanggaran Asumsi Klasik (multikolinieritas, autokorelasi dan heterokedastisitas)
3. Uji Hipotesis
Tuliskan rumus yang akan kita gunakan untuk uji hipotesis termasuk dengan kriteria penerimaan Ho dan H1.
F. Hipotesis Statistik
Hipotesis dituliskan dengan menggunakan simbol-simbol matematika, misalnya menggunakan lambang rho, dll. (Masih belum paham? silahkan lihat contohnya di perpustakaan UNINDRA).
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Karakteristik Responden
Dijelaskan karakteristik responden, termasuk umur, tempat tinggal, jenis kelamin, pendidikan dan lain sebagainya.
B. Statistik Deskriptif Variabel
Dituliskan hasil perhitungan statistik deskriptif tiap-tiap variabel. Dimulai dari pembuatan tabel distribusi frekuensi, perhitungan modus, median, mean dan simpangan baku serta gambar histogramnya.
C. Uji Persyaratan Analisis Data
Dituliskan hasil perhitungan terhadap uji persyaratan analisis data yang dilakukan. Hasil perhitungan uji normalitas, uji homogenitas, uji linieritas dan uji pelanggaran asumsi klasik.
D. Uji Hipotesis
Dituliskan langkah-langkah pengujian hipotesis.
Jika 2 variabel bertipe interval diuji dengan korelasi dan regresi sederhana
Jika 3 atau lebih variabel bertipe interval diuji dengan korelasi dan regresi ganda
Jika 3 atau lebih variabel bertipe interval (pengembangan regresi) diuji dengan analisis jalur
Jika 2 kelompok sampel atau 2 variabel dengan tipe data berbeda diuji dengan uji beda rata-rata
Jika 3 atau lebih kelompok sampel atau 3 variabel dengan tipe data berbeda dan antar variabel ada interaksi diuji dengan ANOVA/ANAVA
Jika 3 atau lebih kelompok sampel atau 3 variabel dengan tipe data berbeda dan antar variabel tidak ada interaksi diuji dengan ANKOVA.
E. Pembahasan Hasil Penelitian
Jabarkan dengan bahasa sendiri interpretasi kita terhadap hasil perhitungan yang kita lakukan. Termasuk tuliskan juga keterbatasan-keterbatasan dalam pelaksanaan penelitian.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Tuliskan kesimpulan dari seluruh penelitian yang kita lakukan.
B. Saran
Tuliskan saran-saran sehubungan dengan kesimpulan yang kita buat.
9.06.2012
Mereana Mordegard Glesgorv, sebuah dugaan HOAX
Pada postingan sebelumnya "The Danger Video", saya menjelaskan tentang beberapa video berbahaya yang beredar di internet. Beberapa diantaranya adalah, Mereana Mordegard Glesgorv, video 666, dan Karlmeyer. Nama - nama video tersebut mudah ditemukan di Internet, terutama blog. Artinya, banyak persepsi mengenai video - video tersebut, dari berbagai orang di seluruh belahan dunia. Ada yang mempercayai mengenai berita video tersebut, ada pula yang menganggapnya hanya sebagai hoax.
Sebuah pemikiran terbersit di benak saya, awalnya saya 'takut' untuk membuka video - video tersebut di youtube. Sebagai bukti, beberapa bulan lalu saya memosting "The Danger Video" di blog saya. Saya membahas tentang sisi menyeramkan video - video tersebut, dan memperingatkan pembaca untuk tidak membuka video tersebut. Kemudian, saya nekad mencari video yang 'berbahaya' itu, salah satunya adalah Mereana Mordegard Glesgorv.
Sebagai cuplikan saja, saya memberitahukan kepada pembaca bahwa 'kabarnya' video Mereana Mordegard Glesgorv telah menyebabkan 153 orang yang menontonnya mencongkel mata mereka. Untuk penjelajah internet yang penasaran dengan video ini, mereka tidak dengan mudah menemukan video ini di Youtube. Jika kita mencarinya secara terus menerus, kita akan menemukannya di Youtube, itu saja hanya video yang sudah terpotong sehingga berdurasi 20 detik. Sedangkan video aslinya berdurasi 2 menit. Karena dirasa berbahaya, maka Youtube tidak menampilkan versi aslinya.
Berikut adalah gambar pertama yang terdapat dalam video tersebut. Seorang pria bermuka flat tanpa ekspresi ini menatap penonton dengan latar belakang berwarna merah. Latar belakang ini menambah kesan menyeramkan dari video ini.
Awalnya memang ter;ihat menyeramkan. Pada bagian terakhir video ini, pria tersebut semakin terlihat menyeramkan. Inilah gambarnya :

Pencarian video ini di Youtube ternyata tidak terlalu sulit. Saya langsung menemukan video ini yang ternyata mempunyai beberapa versi. Mungkin ada lebih dari satu orang yang mengupload video dengan konsep yang sama di Youtube. Saya pun menonton video ini selama 20 detik, dan mata saya pun masih utuh sampai sekarang. Saya tidak mengalami tekanan, depresi, ketakutan berlebihan atau apapun setelah menonton video ini.
Ternyata, video tersebut hanyalah buatan orang biasa tanpa maksud tersembunyi dan modus khusus. Mereana Mordegard Glesgorv adalah sebuah cerita, dan video tersebut adalah ungkapan yang menambah sisi 'mistis' di penjelajah internet.
Ceritanya begini, Mereana Mordegard Glesgorv adalah kisah yang dimuat di creepypasta.com. Kemudian seseorang mengupload sebuah video di Youtube yang menghubungkan dengan kisah Mereana Mordegard Glesgorv, pada tanggal 18 April 2008, sehari setelah kisah itu dimuat.
Saya menemukan sebuah pernyataan dari orang yang mengupload video tersebut di internet, berikut adalah pernyataannya :
Sebuah pemikiran terbersit di benak saya, awalnya saya 'takut' untuk membuka video - video tersebut di youtube. Sebagai bukti, beberapa bulan lalu saya memosting "The Danger Video" di blog saya. Saya membahas tentang sisi menyeramkan video - video tersebut, dan memperingatkan pembaca untuk tidak membuka video tersebut. Kemudian, saya nekad mencari video yang 'berbahaya' itu, salah satunya adalah Mereana Mordegard Glesgorv.
Sebagai cuplikan saja, saya memberitahukan kepada pembaca bahwa 'kabarnya' video Mereana Mordegard Glesgorv telah menyebabkan 153 orang yang menontonnya mencongkel mata mereka. Untuk penjelajah internet yang penasaran dengan video ini, mereka tidak dengan mudah menemukan video ini di Youtube. Jika kita mencarinya secara terus menerus, kita akan menemukannya di Youtube, itu saja hanya video yang sudah terpotong sehingga berdurasi 20 detik. Sedangkan video aslinya berdurasi 2 menit. Karena dirasa berbahaya, maka Youtube tidak menampilkan versi aslinya.
Berikut adalah gambar pertama yang terdapat dalam video tersebut. Seorang pria bermuka flat tanpa ekspresi ini menatap penonton dengan latar belakang berwarna merah. Latar belakang ini menambah kesan menyeramkan dari video ini.
Pencarian video ini di Youtube ternyata tidak terlalu sulit. Saya langsung menemukan video ini yang ternyata mempunyai beberapa versi. Mungkin ada lebih dari satu orang yang mengupload video dengan konsep yang sama di Youtube. Saya pun menonton video ini selama 20 detik, dan mata saya pun masih utuh sampai sekarang. Saya tidak mengalami tekanan, depresi, ketakutan berlebihan atau apapun setelah menonton video ini.
Ternyata, video tersebut hanyalah buatan orang biasa tanpa maksud tersembunyi dan modus khusus. Mereana Mordegard Glesgorv adalah sebuah cerita, dan video tersebut adalah ungkapan yang menambah sisi 'mistis' di penjelajah internet.
Ceritanya begini, Mereana Mordegard Glesgorv adalah kisah yang dimuat di creepypasta.com. Kemudian seseorang mengupload sebuah video di Youtube yang menghubungkan dengan kisah Mereana Mordegard Glesgorv, pada tanggal 18 April 2008, sehari setelah kisah itu dimuat.
Saya menemukan sebuah pernyataan dari orang yang mengupload video tersebut di internet, berikut adalah pernyataannya :
"Omong-omong, untuk siapapun yang bersikap
seakan-akan ini adalah video yang membuat kamu mengirim bola matamu ke
Youtube...ayo, mari kita baca paragraf pertama bersama-sama:
'Konon di Youtube ada sebuah video yang berjudul Mereana mordegard glesgorv. Jika kamu mencari video ini, kamu tidak akan menemukan apapun. Jika kamu mencari beberapa kali, kamu akan menemukan sesuatu. Apa yang bisa kamu lihat hanyalah video berdurasi 20 detik yang menunjukkan seorang pria sedang menatapmu, tanpa ekspresi, dan menyeringai pada dua detik terakhir.'
..Kalian tahu, aku duduk dan menatap layar komputerku selama beberapa menit, mencoba untuk memikirkan cara untuk menjelaskan mengapa video ini bukan video pembunuhan "Ring" yang dimaksud. Namun, pada akhirnya, aku mengurungkan niatku karena menurutku itu sama saja seperti berusaha mengatakan kepada seseorang (yang tidak buta) di hari yang cerah, kalau cahaya matahari benar-benar terang.
So f**k it
Jika kalian masih juga tidak mengerti dengan kalimat yang aku sampaikan di paragraf atas, maka kalian adalah orang bodoh yang berbahaya bagi diri kalian dan bagi orang lain, dan seharusnya kalian dikurung di sel yang tertutup rapat.
I feel better now."
'Konon di Youtube ada sebuah video yang berjudul Mereana mordegard glesgorv. Jika kamu mencari video ini, kamu tidak akan menemukan apapun. Jika kamu mencari beberapa kali, kamu akan menemukan sesuatu. Apa yang bisa kamu lihat hanyalah video berdurasi 20 detik yang menunjukkan seorang pria sedang menatapmu, tanpa ekspresi, dan menyeringai pada dua detik terakhir.'
..Kalian tahu, aku duduk dan menatap layar komputerku selama beberapa menit, mencoba untuk memikirkan cara untuk menjelaskan mengapa video ini bukan video pembunuhan "Ring" yang dimaksud. Namun, pada akhirnya, aku mengurungkan niatku karena menurutku itu sama saja seperti berusaha mengatakan kepada seseorang (yang tidak buta) di hari yang cerah, kalau cahaya matahari benar-benar terang.
So f**k it
Jika kalian masih juga tidak mengerti dengan kalimat yang aku sampaikan di paragraf atas, maka kalian adalah orang bodoh yang berbahaya bagi diri kalian dan bagi orang lain, dan seharusnya kalian dikurung di sel yang tertutup rapat.
I feel better now."
Perhatikan kembali gambar pria di video Mereana Mordegard Glesgorv, yang ada di atas. Kemudian bandingkan dengan gambar di bawah :

Saya sendiri tidak tahu siapa pria di atas, yang jelas ketika saya mencari gambar di Google dengan kata kunci "Mereana Mordegard Glesgorv", saya menemukan gambar pria ini. Kesimpulan yang saya dapatkan setelah saya menonton video tersebut dan melihat gambar pria di atas sebagai pria normal, tidak ada hal mistis di dalam cerita Mereana Mordegard Glesgorv. Cerita tersebut hanyalah cerita fiksi misteri yang sempat terkenal di internet, kemudian semakin menyeramkan dan terkesan nyata ketika seseorang membuat video dengan judul yang sama. Jadi, pernyataan saya di postingan berjudul "The Danger Video" sebaiknya dijadikan alasan untuk mencari tahu lebih dalam tentang sebuah misteri
Subscribe to:
Comments (Atom)